Friday, May 20, 2016

1. PERBEDAAN LAPORAN FORMAL DAN SEMIFORMAL
Pengertian Laporan
Laporan adalah suatu cara komunikasi dimana penulis menyampaikan informasi kepada seseorang atau suatu badan karena tanggung jawab yang dibebankan kepadanya.
Laporan merupakan suatu jenis dokumen yang sangat bervariasi bentuknya dan sebab itu sukar diberi suatu batasan pengertian yang jelas.
Laporan merupakan unsur yang sangat penting, terutama dalam menyusun kebijaksanaan-kebijaksanaan.

Dasar-dasar Laporan
    – Pemberi Laporan
Pemberi laporan dapat berupa perseorangan, sebuah panitia yang ditugaskan untuk maksud tertentu.
Misalnya: seorang mahasiswa ditugaskan oleh dosennya untuk meneliti suatu obyek tertentu.

    – Penerima Laporan
Laporan bukan hanya dibuat oleh seorang atau suatu badan, tetapi laporan juga ditujukan atau akan disampaikan kepada seorang atau suatu badan. Yang menerima laporan itu adalah orang atau badan yang menugaskan.

    – Tujuan Laporan
Tujuan laporan pada umumnya untuk mengatasi suatu masalah, untuk mengambil suatu keputusan yang lebih efektif, mengetahui kemajuan dan perkembangan suatu maslah untuk mengadakan pengawasan dan perbaikan, untuk menemukan teknik-teknik baru, dan sebagainya.

    – Sifat Laporan
Sebuah laporan harus mengandung sifat-sifat seperti berikut:
1. Mengandung imaginasi
2. Laporan harus sempurna dan komplit
3. Laporan harus disajikan secara menarik
4. Macam-Macam Laporan

Macam – Macam Laporan :  
Laporan Berbentuk Formulir Isian
Untuk menulis laporan semodel ini biasanya telah disiapkan blangko daftar isian yang diarahkan kepada tujuan yang akan dicapai. Laporan tersebut bersifat rutin dan seringkali berbentuk angka-angka.

Laporan Berbentuk Surat
Bentuknya lebih panjang dari surat-surat biasa dan biasanya pendekatannya bersifat pribadi dan menggunakan bahasa informal.

Laporan Berbentuk Memorandum
Laporan ini mirip dengan bentuk surat namun biasabya lebih singkat, seringkali digunakan untuk suatu laporan yang singkat dalam bagian-bagian suatu organisasi atau antara atasan dan bawahan dalam suatu hubungan kerja.

Laporan Perkembangan dan Laporan Keadaan
Laporan perkembangan adalah suatu macam laporan yang bertujuan untuk menyampaikan perkembangan, perubahan atau tahap mana yang sudah dicapai dalam usaha untuk mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditentukan.
Laporan keadaan mengandung konotasi bahwa tujuan dari laporan itu adalah menggambarkan kondisi yang ada pada saat laporan itu dibuat.

Laporan Berkala
Laporan ini selalu dibuat dalam jangka waktu tertentu. Laporan seperti ini dapat dibuat dalam bentuk formulir isian atau dalam bentuk memorandum.

Laporan Laboratoris
Tujuannya adalah untuk menyampaikan hasil dari percobaan atau kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam laboratoria.
Unsur pokok yang terpenting dalam laporan laboratories:
- Halaman judul
- Obyek
- Teori
- Hasil yang dicapai dalam percobaan
- Diskusi atas hasil yang telah didapat
- Kesimpulan
- Apendiks
- Data asli

1. Laporan Formal dan Semi-Formal
Laporan formal adalah laporan yang memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu, nadanya bersifat impersonal dan materinya disajikan seperti dalam suatu pola struktur yang terdapat dalam buku-buku.
Laporan semi-formal adalah laporan yang bila terdapat satu atau dua persyaratannya yang tidak dipenuhi.
Laporan non-formal adalah laporan yang tidak memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
Persyar
Laporan formal, semi-formal, dan non-formal merupakan laporan yang bersifat resmi (formil). Bila laporan tersebut bersifat pribadi dan bentuknya sesuai dengan keinginan penulis maka laporan itu bersifat tidak resmi (informil). 

Persyaratan yang menentukan sifat laporan:
- Halaman judul
- Terdapat surat penyerahan
- Memiliki daftar isi
- Terdapat ikhtisar yang mengawali laporan
- Memiliki pendahuluan
- Kesimpulan dan saran
- Isi laporan yang terdiri dari judul-judul dengan tingkat yang berbeda-beda
- Menggunakan nada resmi, bersifat impersonal
- Disertai pula table dan angka-angka (bila diperlukan)
- Biasanya didokumentasikan secara khusus

2. Struktur Laporan Formal
Struktur laporan:
Bahasa Sebuah Laporan
Bahasa yang harus digunakan dalam sebuah laporan formal haruslah menggunakan bahasa yang baik, jelas dan teratur. Selain itu dapat memperlihatkan hubungan hubungan yang baik antara satu kata dengan kata yang lain, antara kalimat satu dengan kalimat yang lain.
Laporan Buku
Bertujuan untuk mendorong mahasiswa membaca buku yang diwajibkan serta meningkatkan kemampuan mereka dalam memahami isi buku-buku tersebut.
Penutup
Merupakan penyajian suatu pengetahuan yang lebih luas mengenai suatu hal tetapi dibuat secara singkat untuk maksud tertentu

3. Contoh Laporan Kegiatan


Laporan Pertanggungjawaban
Kegiatan Pesantren Kilat
SMAN 3 Suka Maju


I. Pendahuluan

1.1 Latar Belakang Kegiatan

Bulan ramadhan atau yang dikenal dengan bulan suci ramadhan adalah bulan yang penuh dengan rahmat dan pahala dari Allah SWT. Bulan ini merupakan bulan yang sangat baik untuk beribadah kepada Allah SWT. Hal ini dikarenakan Allah SWT akan menggandakan pahala terhadap amal perbuatan baik yang kita lakukan di bulan ini.

Mengingat pentingnya bulan ini, maka sekolah melaksanakan sebuah kegiatan yang dilakukan untuk menyambut bulan yang penuh berkah ini. Sekolah telah mengadakan kegiatan yang disebut dengan pesantren kilat. Kegiatan ini perlu dilakukan untuk menumbuhkan rasa semangat siswa – siswi SMAN 3 Suka Maju dalam menyambut bulan ini, sehingga mereka bisa beribadah dengan semangat di dalam bulan ini. 

1.2 Maksud dan Tujuan Kegiatan

Kegiatan pesantren kilat ini dilaksanakan untuk menyambut bulan suci ramadhan. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan iman dan takwa siswa – siswi SMAN 3 Suka Maju supaya bisa menjalani bulan suci ini dengan semangat.


II. Isi Laporan

2.1. Nama dan Jenis kegiatan

Kegiatan ini adalah pesantren kilat yang akan dilaksanakan selama 3 hari 2 malam di lingkungan SMAN 3 Suka Maju. Untuk melaksanakan kegiatan ini, sekolah mewajibkan siswa – siswi SMAN 3 Suka Maju, khususnya siswa - siswi kelas 1 dan 2 untuk menginap di sekolah. Kegiatan ini akan diisi dengan kegiatan – kegiatan keagamaan, dan out bond di lingkungan sekolah dengan dibimbing oleh guru – guru dan OSIS SMAN 3 Suka Maju.

2.2  Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Adapun waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan ini adalah :
Tanggal : Rabu, 3 s.d 5 Juni 2015
Tempat : SMAN 3 Suka Maju

2.3 Peserta Kegiatan

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa – siswi SMAN 3 Suka Maju yang beragama muslim, khususnya kelas 1 dan kelas 2.

2.4 Susunan Panitia

Susunan panitia kegiatan ini terlampir di lampiran.

2.5. Anggaran

Biaya – biaya pemasukan dan pengeluaran untuk kegiatan ini terlampir di lampiran.

2.6 Pelaksanaan kegiatan

Hari pertama
09. 00 – 12. 00 = Pembukaan Kegiatan
12. 00 – 13. 00 = Ishoma
13. 00 – 15. 00 = Materi tentang bulan ramadhan
15. 00 – 17. 00 = Istirahat
17. 00 – 18. 00 = Kajian sore
18. 00 – 19.00 = Ishoma
19. 00 – 22.00 = Materi malam
22. 00 – 24.00 = Istirahat malam
Hari kedua
04.30 – 05. 00 = Sholat Subuh
05.00 – 06. 00 = Kultum
06. 00 – 07. 30 = Olahraga 
07. 30 – 09. 00 = Ishoma
09. 00 – 12. 00 = Materi 
12. 00 – 13. 00 = Ishoma
13. 00 – 15. 00 = Outbond
15. 00 – 17. 00 = Ishoma
17. 00 – 18. 00 = Kajian sore
18. 00 – 19. 00 = Ishoma
19. 00 – 22. 00 = Materi malam
22. 00 – 02. 30 = Istirahat

Hari ketiga

02. 30 – 03. 00 = Tahajud
05. 00 – 06. 00 = Sholat subuh dan kultum
06. 00 – 08.00 = Olahraga dan ishoma
08. 00 – 10. 00 = Materi dan muhasabah
10. 00 – 12. 00 = penutup


III. Penutup

Demikanlah laporan kegiatan pesantren kilat ini, semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi siswa dan siswi yang telah mengikuti kegiatan ini.


Lampiran 

Lampiran 1 Susunan Panitia

Penanggung Jawab       : Drs. Ibnu Baihaqi, M. pd
Pembimbing                 : Muzaki Saputra, M. Pd
Ketua Pelaksana           : Aria Nugraha
Sekretaris                      : Fatimah Azzahra

Seksi Acara                  :  Dian Permata
                                        Budi Sudarsono
                                        Cintia Tria Delima

Seksi Konsumsi          :   Ratih Widia Sari
                                        Nitta Sitta Rahma
                                        Sofie Permata

Seksi Perlengkapan     : Chairul Ichwan
                                       Afif Albaironi
                                      Agung Restu

Pubdekdok                   : Defrian Mustafa
                                       Nivia Anda Ningrum


Lampiran 2 Anggaran 

Pemasukan :

Kas Sekolah               : 5.000.000,-
Sumbangan Komite   : 6.000.000,-
Sponsor
Lasegar                      :    500.000,-
LBG Kursus              :    50. 000,-

Total pemasukan        : 11.000.000.-


Pengeluaran :

Div Konsumsi                70 x @15.000 x 7    =  7.350.000,-
Div Acara                                                       =   1.500.000,-
Div Perlengkapan                                           =   3.000.000,-
Pubdekdok                                                      =    5.00.000,-

Total Pengeluaran                                           =   11.000.000,-


Total Anggaran

Pemasukan             =   11.000.000,-
Pengeluaran           =   11.000.000,-
Sisa dana                =     0,- 



RESENSI LAGU WORK - RIHANNA

Judul Lagu: Work


Judul album : Anti
Penyanyi      : Rihanna
Pencipta       : 
Produksi       : Westbury Road entertainment
Genre           : R&B kontemporer
Tahun terbit : 2016
Work, work, work
Work, work, work
You see me I be
Work, work, work
Work, work, work
You see me
Do me dirt, dirt, dirt
Dirt, dirt, dirt
For some of that
Work, work, work
Work, work, work
For you I got love, love, love
Love, love, love
When I came for my
Turn, turn, turn
Turn, turn, turn

Join me I deserved it
No time to have you lurking
If I got right then you might like it
You know I dealt with you the nicest
Nobody touch me, Im the righteous
Nobody text me in a crisis
I believed all of your dreams are fruition
You took my heart and my keys and my vision
You took my heart off my sleeve a decoration
You mistaken my love I brought for you for foundation
All that I wanted from you was to give me something that I never had
Something that you've never seen
Something that you've never been
But I wake up and everythings wrong
Just get ready for work, work, work

Work, work, work
Work, work, work
You see me I be
Work, work, work
Work, work, work
You see me
Do me dirt, dirt, dirt
Dirt, dirt, dirt
For some of that
Work, work, work
Work, work, work
Duh, duh, duh, duh
For you I got
Nah, nah, nah
Nah, nah, nah
Before the tables turned, turned turned turned

Baby something please
Baby dont you leave
Dont leave me stuck here in the streets
If I get another chance to
I will never, no never neglect you
I mean who am I to hold your past against you
I just hope that it gets to you
I hope that you see this through
I hope that you see this true
What can I say?
Please recognize Im trying baby
I been

Work, work, work
Work, work, work
You see me I be
Work, work, work
Work, work, work
You see me
Do me dirt, dirt, dirt
Dirt, dirt, dirt
For some of that
Work, work, work
Work, work, work
For you I got love, love, love
Love, love, love
When I came for my
Turn, turn, turn
Turn, turn, turn

Yeah, okay
You need to get done, done, done, done
Thatll work, come over
We just need that slow the motion
Don't give that away to no one
Long distance, I need you
When I see potential I just gotta see it through
If you had a twin I would still choose you
I don't wanna rush into it, if it's too soon
But I know you need to get done, done, done, done
If you come over
Sorry if Im way less friendly
I got niggas tryna end me
Oh, yeah, I spilled all my emotions tonight, Im sorry
Rolling, rolling, rolling
How many more shots until youre rolling?
We just need a face to face
You could pick the time and the place
You spent some time away
Now you need to forward and give me all the


Work, work, work
Work, work, work
You see me I be
Work, work, work
Work, work, work
You see me
Do me dirt, dirt, dirt, dirt
Dirt, dirt, dirt
For some of that
Work, work, work, work
Work, work
For you I got love, love, love
Love, love, love
When I came for my
Turn, turn, turn
Turn, turn, turn
Work, work, work 
Lagu Work adalah salah satu single yang dibawakan oleh Rihanna dalam albumk terbarunya Anti, featuring bersama Drake. lagu ini merupakan single andalan rihanna yang terbukti lagu ini masuk dalam posisi 100 lagu teratas tahun 2016 menurut bilboard. lagu ini beraliran R&B kontemporer.
Lagu ini berisikan tentang kehidupan rihanna di awal ia merintis karirnya. dalam albumnya "Anti" ada gambar sesosok anak kecil sedsang memaikai mahkota, ialah gambaran Rihanna saat masih kecil. di lagu tersebut ia menceritakan bagaimana dia berupaya ssangat keras untuk mengejar segala mimpinya, jatuh bangun ia lalui hingga mendapatkan kesuksesan yang besar seperti saat ini. bekerja keras seperti lirik lagunya "work, work, work" (kerja, kerja, kerja).
kelebihan lagu ini, arti dari lagunya sangat bermakna, karena mnceritakan kehidupan rihanna saat dulu dan menjadi pembelajaran bagi kita untuk bekerja keras agar tercapai segala yang kita impikan. menurut saya lagu ini lebih kepada motivasi agar orang lebih berkerja keras mengejar impiannya.
kekurangan pada lagu ini, lirik lagunya yang terlalu sederhana dan terus diulang ulang sebanyak lebih dari 3 kali pada bait yang baris pertama berisikan "work, work, work"
kesimpulannya lagu ini benar benar saya referensikan bagi yang menyukai lagu R&B namun sedikit pop, easy listening. dan juga arti lagunya yang sangat bermakna.

CARA MEMBUAT RESUME YANG BAIK DAN BENAR

Membuat resume dalam surat lamaran kerja memang adalah hal penting yang harus menjadi perhatian anda karena resume adalah bagian pertama yang akan dibaca dan diperhatikan oleh pihak penerima kerja. Dengan adanya resume dalam surat lamaran anda ini yaitu memiliki peran sebagai berkas yang memperkenalkan diri anda kepada pihak perusahaan sehingga resume harus bisa menceritakan secara singkat dan detail tentang seorang pelamar. Buat resume anda sebaik mungkin, untuk resume yang baik sebaiknya anda perhatikan beberapa hal berikut ini yang perlu dimiliki resume anda.
Contoh Resume Dan Tips Membuat Resume Yang Baik Dan Benar
kredit gambar : mashable.com
  • Buat resume anda jujur dan tidak sedikitpun ada kebohongan. Percaya diri dengan kelebihan yang dimiliki dan tidak orang lain miliki.
  • Usahakan untuk membuat resume yang singkat tetapi padat. Karena kita akan mempunyai waktu untuk bercerita panjang lebar mengenai pendidikan, pengalaman kerja, dan lain-lain pada saat sesi wawancara. Memperhatikan tata bahasa, tanda baca, dan ejaan yang benar.
  • Resume harus gamblang dan jelas serta tidak berbelit belit.
  • Pastikan bahwa resume yang anda buat mudah dibaca dan mudah dicerna oleh siapapun.
  • Gunakan kertas putih polos tanpa background. Hindari juga penggunaan form resume yang banyak dijual di toko-toko.
  • Sebaiknya resume tidak ditulis tangan, melainkan diketik dengan menggunakan jenis huruf dan ukuran yang standar.
  • Sertakan pas foto terbaru ukuran 3×4 atau 4×6 yang berwarna dan mengenakan pakaian resmi.
  • Lampirkan juga foto copy dokumen pendukung seperti ijazah, transkrip nilai, dan lain-lain.

Friday, April 1, 2016

SOFTSKILL BAHASA INDONESIA


 Sebagai makhluk hidup yang paling mulia, manusia dikaruniai kemampuan untuk mengetahui diri dan alam sekitarnya. Melalui pengetahuan, manusia dapat mengatasi kendala dan kebutuhan demi kelangsungan hidupnya. Karenanya tidak salah jika Tuhan menyatakan manusialah yang memiliki peran sebagai wakil Tuhan di bumi, melalui penciptaan kebudayaan. Proses penciptaaan kebudayaan dan pengetahuan yang didapatkan oleh manusia di mulai dari sebuah proses yang paling dasar, yakni kemampuan manusia untuk berfikir. Meskipun sebenarnya hewan memiliki kemampuan yang sama dengan manusia dalam hal berfikir, tetapi makhluk yang terakhir hanya dapat berfikir dengan kemampuan terbatas pada instink dan demi kelangsungan hidupnya. Berbeda dengan hewan, manusia dapat kesadaran manusia dalam proses berfikir melampaui diri dan kelangsungan hidupnya, bahkan hingga menghadirkan kebudayaan dan peradaban yang menakjubkan. Sesuatu yang nyata-nyata tidak dapat dilakukan oleh makhluk Tuhan yang lain.
Dalam membahas pengetahuan ilmiah, kegiatan berfikir belum dapat dimasukkan sebagai bagian dari kegiatan ilmiah, kecuali ia memenuhi beberapa persyaratan tertentu yang disebut sebagai pola fikir. Berfikir dengan mendasarkan pada kerangka fikir tertentu inilah yang disebut sebagai penalaran atau kegiatan berfikir ilmiah . Dengan demikian tidak semua kegiatan berfikir dapat dikategorikan sebagai kegiatan berfikir ilmiah, dan begitu pula kegiatan penalaran atau suatu berfikir ilmiah tidak sama dengan berfikir. Ketika anak batitanya mengambil sebuah pisau, seorang ibu langsung berusaha untuk mengambil sebilah pisau dari si anak, karena sang Ibu berfikir pisau dapat membahayakan si anak. Kegiatan berfikir sang ibu belum dapat dikategorikan sebagai kegiatan ilmiah karena ibu hanya mengira-ngira atau mempergunakan perasaan dalam kegiatan berfikirnya. Berbeda dengan seorang mahasiswa psikologi yang dengan sengaja memberikan sebilah pisau kepada anak batita dalam rangka untuk mengetahui bagaimana sistem reflek si batita dalam mempergunakan pisau. Mahasiswa memiliki alasan yang jelas yakni ingin mendapatkan pengetahuan tentang kemampuan seorang anak kecil, sehingga memungkinkan kegiatannya disebut berfikir ilmiah. Lalu apa saja yang memungkinkan kegiatan mahasiswa psikologi disebut sebagai berfikir ilmiah?
Pertama, perlu dipahami bahwa kegiatan penalaran adalah proses berfikir yang membuahkan sebuah pengetahuan. Selain itu, melalui proses penalaran atau berfikir ilmiah berusaha mendapatkan sebuah kebenaran. Untuk mendapatkan sebuah kebenaran, kegiatan penalaran harus memehuni dua persyaratan penting, yakni logis dan analitis.
Syarat pertama adalah logis, dengan kata lain kegiatan berfikir ilmiah harus mengikuti suatu aturan atau memenuhi pola pikir (logika) tertentu. Kegiatan penalaran yang digunakan si mahasiswa disebut logis karena ia memehuni suatu pola fikir induktifis atau pola fikir dengan menggunakan observasi individual untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih general, dengan cara mengamati refleks si batita ketika diberikan sebilah pisau. Syarat kedua bagi kegiatan penalaran adalah analitis, atau melibatkan suatu analisa dengan menggunakan pola fikir (logika) tersebut di atas . Ini berarti, jika si mahasiswa psikologi hanya melihat si anak saat diberikan sebilah pisau tanpa melakukan analisa apa yang terjadi setelah itu dan tidak menggunakan pola fikir induktifisme dalam analisanya, maka kegiatannya itu belum dapat disebut sebagai sebuah penalaran atau kegiatan berfikir ilmiah.
Dari penjelasan dan contoh di atas, dapatlah diketahui bahwa dalam proses berfikir kita sehari-hari, kita dapat membedakan berfikir ilmiah dari kegiatan yang lain, yaitu berfikir non-ilmiah. Pada penjelasan lebih lanjut, para filosof atau para pemikir menyimpulkan bahwa kegiatan berfikir ilmiah didapatkan melalui  rasio dan indera (juga pengalaman) manusia sehari-hari.
Penjelasan terakhir ini akan dibahas pada bahasan tentang sumber pengetahuan. Selain berfikir ilmiah, terdapat dua contoh lain dimana sebuah kegiatan berfikir tidak dapat disebut sebagai penalaran. Keduanya adalah berfikir dengan intuisi dan berfikir berdasarkan wahyu. Intuisi adalah kegiatan berfikir manusia, yang melibatkan pengalaman langsung dalam mendapatkan suatu pengetahuan. Namun, intuisi tidak memiliki pola fikir tertentu, sehingga ia tidak dapat dikategorikan sebagai kegiatan penalaran. Sebagai misal, seorang Ayah merasa tidak tenang dengan kondisi anaknya yang sedang menuntut ilmu di luar kota. Tetapi ketika ditanyakan apa sebab yang menjadi dasar ketidaktenangan dirinya, sang Ayah tidak dapat menyebutkannya dan hanya beralasan bahwa perasaannya menyatakan ada yang tidak beres dengan si anak yang ada di luar kota. Setelah menyusul ke tempat anaknya, ternyata si anak sedang sakit parah. Meskipun proses berfikir sang Ayah mendapatkan kebenaran, tetapi tidak bisa disebut berfikir ilmiah, karena tidak memenuhi suatu logika tertentu dan terlebih lagi tidak terdapat proses analitis terdapat peristiwa ini.
Selain berfikir intuitif, pengetahuan melalui wahyu juga tidak bisa memenuhi kegiatan penalaran. Alih-alih menggunakan pola fikir (logika) tertentu dan analisa terhadapnya, wahyu justru mendasarkan kebenaran suatu pengetahuan bukan pada hasil aktif manusia. Dengan kata lain, melalui wahyu, akal manusia bersifat pasif dan hanya menerima sebuah kebenaran yang sudah ada ( taken for granted ) dengan keyakinannya.
Sampai pada poin ini, perbedaan berfikir ilmiah dari berfikir non-ilmiah memiliki perbedaan dalam dua faktor mendasar, yakni:
Sumber pengetahuan, b erfikir ilmiah menyandarkan sumber pengetahuan pada rasio dan pengalaman manusia, sedangkan berfikir non-ilmiah (intuisi dan wahyu) mendasarkan sumber pengetahuan pada perasaan manusia.
Ukuran kebenaran , berfikir ilmiah mendasarkan ukuran kebenarannya pada logis dan analitisnya suatu pengetahuan, sedangkan berfikir non-ilmiah (intuisi dan wahyu) mendasarkan kebenaran suatu pengetahuan pada keyakinan semata.
Uraian mengenai hakikat berfikir ilmiah atau kegiatan penalaran memperlihatkan bahwa pada dasarnya, kegiatan berfikir adalah proses dasariah dari pengetahuan manusia. Darinya, kita membedakan antara pengetahuan yang ilmiah dan pengetahuan non- ilmiah. Hanya saja, pemahaman kita tentang berfikir ilmiah belum dapat disebut benar atau sahih sebelum kita melakukan penyimpulan terhapat proses berfikir kita. Karena pengetahuan sesungguhnya terdiri atas kesimpulan-kesimpulan dari proses berfikir kita. Dengan kata lain, suatu pengetahuan ilmiah disebut sahih ketika kita melakukan penyimpulan dengan benar pula.

Kegiatan penyimpulan inilah yang disebut logika. Dengan demikian kita sudah mendapati hubungan antara syarat berfikir ilmiah dengan kegiatan penyimpulan. Keduanya sama-sama memenuhi suatu pola pikir tertentu yang kita sebut logika. Dilihat dari kegiatan penyimpulannya, logika terbagi menjadi dua bentuk, yaitu logika induktif dan logika deduktif.
Logika Induktif
Kegiatan penarikan kesimpulan melalui l ogika ini dimulai dari kasus yang khusus/khas/individual untuk mendapatkan kesimpulan yang lebih umum/general/fundamental. Kita tahu bahwa gajah memiliki mata, kambing juga memiliki mata, dan demikian pula lalat memiliki mata. Dengan demikian kita dapat menyimpulkan secara induktif bahwa semua hewan memiliki mata. Logika induktif memiliki berbagai guna bagi kegiatan berfikir ilmiah kita, antara lain:
Bersifat ekonomis bagi kehidupan praksis manusia. Dengan logika induktif kita dapat melakukan generalisasi ketika kita mengetahui/menemui peristiwa yang sifatnya khas/ khusus.
Logika Induktif menjadi perantara bagi proses berfikir ilmiah selanjutnya. Ia merupakan fase pertama dari sebuah pengetahuan, yang selanjutnya dapat diteruskan untuk mengetahui generalisasi yang lebih fundamental lagi.
Misalnya ketika kita mendapatkan kesimpulan semua hewan memiliki mata lalu kita masukkan manusia ke dalam kelompok ini, bisa saja kita menyimpulkan makhluk hidup memiliki mata
 Logika Deduktif
Logika Deduktif adalah kegiatan penarikan kesimpulan yang dimulai dari pernyataan yang umum untuk mendapatkan kesimpulan yang lebih khusus. Pada umumnya, logika deduktif didapatkan melaluimetode Sillogisme yang dicetuskan oleh Filosof Klasik, Aristoteles. Silogisme terdiri dari premis mayor yang mencakup pernyataan umum, premis minor yang merupakan pernyataan tentang hal yang lebih khusus, dan kesimpulan yang menjadi penyimpul dari kedua penyataan sebelumnya.
Penarikan kesimpulan melalui logika Deduktif berguna dalam kegiatan ilmiah, antara lain:
Melalui logika deduktif didapatkan konsistensi suatu pernyataan. Ketepatan menempatkan premis mayor dan minor berguna untuk mendapatkan kesimpulan yang bersesuaian dengan kedua premis tersebut. Manfaat ini tidak hanya dapat digunakan dalam kegiatan ilmiah kita, tetapi juga bermanfaat bagi kehidupan praksis sehari-hari kita.
Silogisme, atau penarikan kesimpulan dengan deduksi berguna untuk mendukung pernyataan fundamental/general. Melalui silogisme kita mendapatkan berbagai varian kesimpulan yang mendukung penyataan fundamental tanpa harus melakukan pengamatan secara langsung.


Sebagai contoh, kita tidak perlu meneliti langsung ke Planet Yupiter untuk mengetahui hukum revolusi dan rotasi sebuah planet, tetapi dicukupkan dengan mengambil kesimpulan secara deduktif dari penyataan bahwa semua planet mengalami perputaran terhadap matahari ataupun pada dirinya sendiri. Demikianlah pembahasan tentang hakikat berfikir ilmiah yang menjadi dasar pemahaman dan praksis dalam melaksanakan kegiatan ilmiah kita.

2.  Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah. Sikap ilmiah merupakan sikap yang harus ada pada diri seorang ilmuwan atau akademisi ketika menghadapi persoalan-persoalan ilmiah. Sikap ilmiah ini perlu dibiasakan dalam berbagai forum ilmiah, misalnya dalam diskusi, seminar, loka karya, dan penulisan karyailmiah.
Teori dinyatakan pula sebagai alat dari ilmu [tool ofscience], sedangkan peranya meliputi :
 Mendifinisikan orientasi utama dari ilmu dengan cara memberikan definisi terrhadap jenis-jenis data yang akan dibuat
Teori memberikan rencana konseptual, dengan rencana fenomena-fenomena yang relevan disitematisasi, diklasifikasi dan dihubung- hubungkan.
 Teori memberi ringkasan terhadap fakta dalam bentuk generalisasi empiris dan system generalisasi
Teori memberikan prediksi terhadap faktaTeori memperjelas celah-celah dalam pengetahuan kita
Hubungan fakta dan teori dapat divisualisasikan sebagai berikut :
Teori memprediksi fakta : Penyingkatan fakta-fakta yang dilakukan oleh teori akan menghasilkan uniformitas dari pengamatan-pengamatan. Dengan adanya uniformitas maka dapat dibuat prediksi (ramalan) terhadap fakta-fakta yang akan datang dengan kata lain bahwa sebuah fakta baru akan lahir berdasarkan pengamatan fenomena- fenomena sekarang atau saat ini. Beberapa sikap ilmiah yang perlu dikembangkan ketika mengerjakan suatu karya ilmiah, yaitu:
Sikap ingin tahu. Sikap ingin tahu dapat dilihat pada kebiasaan bertanya tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bidang kajiannya. Mengapa demikian? Bagaimana caranya? Apa saja unsur- unsurnya? Dan seterusnya.




 Sikap kritis dan bertanggung jawab atas suatu keputusan. Sikap ini dapat dilihat pada kebiasaan mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya untuk dibanding-banding kelebihan-kekurangannya, kecocokan-tidaknya, kebenaran-tidaknya, dan sebagainya.
 Sikap terbuka. Sikap terbuka dapat dilihat pada kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain. Walaupun pada akhirnya pendapat, argumentasi, kritik, dan keterangan orang lain tersebut tidak diterima karena tidak sepaham atau tidak sesuai dengan pendapat pribadinya.
 Sikap objektif. Sikap objektif dapat dilihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya(jujur), tanpa diikuti perasaan pribadi.
 Sikap pengevaluasian diri, yaitu sikap di mana kita bisa mengakui kekuatan dan kelemahan data hasil penelitian atau percobaan yang telah dilakukan sehingga dapat digunakan untuk melakukan perbaikan.
 Sikap rela menghargai karya orang lain. Sikap menghargai karya orang lain ini dapat dilihat pada kebiasaan menyebutkan sumber secara jelas sekiranya pernyataan atau pendapat yang disampaikan memang berasal dari pernyataan atau pendapat orang lain.
 Sikap berani mempertahankan kebenaran. Sikap keberanian ini dapat diketahui ketika ketegaran membela fakta dan hasil temuan lapangan atau pengembangan walapun bertentangan atau tidak sesuai dengan teori atau dalil yang ada.
 Sikap menjangkau ke depan. Sikap ini dibuktikan dengan selalu ingin membuktikan hipotesis yang disusunnya demi pengembangan bidang ilmunya.
 Sikap teliti. Teliti dalam pengambilan data, terutama data kuantitatif, dan tekun dalam melakukan penelitian artinya tidak mudah putus asa.
 Sikap peduli. Kepedulian terhadap lingkungan alam, sosial, dan budaya. Yaitu, dengan cara berusaha untuk memberikan pemikiran tentang pelestarian dan keindahan lingkungan alam, serta kebersihan lingkungan.
 Sikap mampu mengenali fakta dan opini sehingga dapat membedakan data dan informasi secara benar dan tepat.
Menurut Baharuddin (1982:34) mengemukakan bahwa: Sikap ilmiah pada dasarnya adalah sikap yang diperlihatkan oleh para Ilmuwan saat mereka melakukan kegiatan sebagai seorang ilmuwan. Dengan perkataan lain kecendrungan individu untuk bertindak atau berprilaku dalam memecahkan suatu masalah secara sistematis melalui langkah-langkah ilmiah.


Beberapa sikap ilmiah dikemukakan oleh Mukayat Brotowidjoyo (1985 :31-34) yang biasa dilakukan para ahli dalam menyelesaikan masalah berdasarkan metode ilmiah, antaralain :
 Sikap ingin tahu: apabila menghadapi suatu masalah yang baru dikenalnya, maka ia beruasaha mengetahuinya, senang mengajukan pertanyaan tentang obyek dan peristiea, kebiasaan menggunakan alat indera  sebanyak mungkin untuk menyelidiki suatu masalah, memperlihatkan gairah dan kesungguhan dalam menyelesaikan eksprimen.
 Sikap kritis : Tidak langsung begitu saja menerima kesimpulan tanpa ada bukti yang kuat, kebiasaan menggunakan bukti-bukti pada waktu menarik kesimpulan, tidak merasa paling benar yang harus diikuti oleh orang lain, bersedia mengubah pendapatnya berdasarkan bukti-bukti yang kuat.
 Sikap obyektif : Melihat sesuatu sebagaimana adanya obyek itu, menjauhkan bias pribadi dan tidak dikuasai oleh pikirannya sendiri. Dengan kata lain mereka dapat mengatakan secara jujur dan menjauhkan kepentingan dirinya sebagai subjek.
 Sikap ingin menemukan :  Selalu memberikan saran-saran untuk eksprimen baru; kebiasaan menggunakan eksprimen-eksprimen dengan cara yang baik dan konstruktif; selalu memberikan konsultasi yang baru dari pengamatan yang dilakukannya.
 Sikap menghargai karya orang lain, Tidak akan mengakui dan memandang karya orang lain sebagai karyanya, menerima kebenaran ilmiah walaupun ditemukan oleh orang atau bangsa lain.
 Sikap tekun : Tidak bosan mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi eksprimen yang hasilnya meragukan tidak akan berhenti melakukan kegiatan-kegiatan apabila belum selesai, terhadap hal-hal yang ingin diketahuinya ia berusaha bekerja dengan teliti.
 Sikap terbuka : Bersedia mendengarkan argument orang lain sekalipun berbeda dengan apa yang diketahuinya.buka menerima kritikan dan respon negatif terhadap pendapatnya.
Percaya akan kemungkinan penyelesaian masalah. Selalu menginginkan adanya verifikasi eksprimental. Tekun. Suka pada sesuatu yang baru. Mudah mengubah pendapat atau opini. Loyal etrhadap kebenaran. Objektif Enggan mempercayai takhyul. Menyukai penjelasan ilmiah. Selalu berusaha melengkapi penegathuan yang dimilikinya. Tidak tergesa-gesa engambil keputusan. Dapat membedakan antara hipotesis dan solusi. Menyadari perlunya asumsi. Pendapatnya bersifat fundamental. Menghargai struktur teoritis Menghargai kuantifikasi dapat menerima penegrtian keboleh jadian dan, dapat menerima pengertian generalisasi.







Karangan adalah kegiatan menulis usulan-usulan yang benar berupa pernyataan-pernyataan tentang fakta, kesimpulan-kesimpulan yang ditarik dari fakta dan merupakan pengetahuan. Terdapat tiga  jenis karangan, yaitu ilmiah, non ilmiah dan semi ilmiah/populer. Dalam penulisan ini akan dijabarkan mengenai perbedaan masing-masing jenis karangan tersebut.
Pengertian Karangan Ilmiah
Karya Ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca. Karya ilmiah biasanya ditulis untuk mencari jawaban kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan. Maka sudah selayaknyalah, jika tulisan ilmiah sering mengangkat tema seputar hal-hal yang baru (aktual) dan belum pernah ditulis orang lain.
Adapun karangan saat ini yang dapat digolongkan menjadi ke dalam karangan ilmiah antara lain:
Makalah
karya tulis yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif (menurut bahasa, makalah berasal dari bahasa Arab yang berarti karangan).
Laporan
makalah yang memiliki tingkat analisis lebih serius, biasanya disajika dalam lokakarya.
Skripsi
karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasar pendapat orang lain. Tesis karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi.  Disertasi karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasar data dan fakta yang sahih dengan analisi yang terinci.
Pengertian Karangan Non Ilmiah
Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).




Saat ini terdapat beberapa contoh mengenai karangan ilmiah yang sering dijumpai di kehidupan sehari-hari, antara lain sebagai berikut:
Dongeng
Merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan mahluk lainnya.
Cerpen
Suatu bentuk naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang.
Novel
Sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif. Biasanya dalam bentuk cerita.
Drama
Adalah suatu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh aktor.
Roman
Adalah sejenis karya sastra dalam bentuk prosa atau gancaran yang isinya melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing.
Pengertian Karangan Semi Ilmiah Semi Ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis- analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah.
Kesimpulan Perbedaan Karangan Ilmiah dengan Karangan Semi Ilmiah Bahasa dalam karangan ilmiah menggunakan ragam bahasa Indonesia resmi. Ciri-ciri ragam resmi yaitu menerapkan kesantunan ejaan (EYD/Ejaan Yang Disempurnakan), kesantunan diksi, kesantunan kalimat, kesantunan paragraph, menggunakan kata ganti pertama penulis, bukan saya, aku, kami atau kita, memakai kata baku atau istilah ilmiah, bukan popular, menggunakan makna denotasi, bukan konotasi, menghindarkan pemakaian unsur bahasa kedaerahan, dan mengikuti konvensi penulisan karangan ilmiah. Terdapat tiga bagian dalam konvensi penulisan karangan ilmiah, yaitu bagian awal karangan (preliminaries), bagian isi (main body), dan bagian akhir karangan (reference matter). Berbeda dengan karangan ilmiah, bahasa dalam karangan semi ilmiah/ilmiah popular dan nonilmiah melonggarkan aturan, seperti menggunakan kata-kata yang bermakna konotasi dan figurative, menggunakan istilah-istilah yang umum atau popular yang dipahami oleh semua kalangan, dan menggunakan kalimat yang kurang efektif seperti pada karya sastra.


Kesimpulan Perbedaan Karangan Ilmiah dengan Karangan Non Ilmiah Istilah karya ilmiah dan nonilmiah merupakan istilah yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis- menulis. Berkaitan dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaantersebut, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan nonfiksi atau apa pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.
Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek. Karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif) aktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau observasi. Karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis Artinya, dalam pembahasan masalah igunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi. Dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah. Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.